Benarkah Social Distancing Bisa Cegah Corona?

Social Distancing

Benarkah Social Distancing Bisa Cegah Corona?

Social Distancing saat ini telah diberlakukan di Indonesia.
Ada beberapa kebijakan berbeda yang diterapkan oleh sebuah negara untuk mengatasi COVID-19
atau yang sering disebut dengan virus corona.

Untuk saat ini, pemerintah Indonesia memilih menerapkan kebijakan social distancing.
Apakah kebijakan ini efektif?

Sebenarnya tidak ada yang tahu pasti.
Kebijakan pasti disesuaikan dengan kondisi masyarakat di suatu negara.

Selain itu, kebijakan juga diambil sesuai dengan kondisi kedaruratan di sebuah negara.

Apapun kebijakan yang diambil,
kebijakan tersebut harus secara serius dilakukan oleh masyarakat.

Apalagi social distance ini melibatkan semua masyarakat.
Jadi, percuma saja menerapkan kebijakan ini jika tidak dipatuhi semua orang.

 

Penjelasan Mengenai Social Distancing

Banyak yang salah memahami apa itu social distance.
Ada yang mengatakan itu adalah anjuran untuk terus berada di rumah.

Faktanya tidak demikian.

Harus dibedakan antara self-isolation dengan social distancing.
Yang satu ini merujuk pada kebiasaan untuk menjaga jarak dengan orang.

Ketika setiap hari bertemu dengan orang lain
dengan cara berpelukan atau berjabat tangan, maka sebaiknya itu dihindari.

Masyarakat masih diperbolehkan untuk bersosialisasi dengan orang lain.
Akan tetapi, caranya berbeda.

Harus jaga jarak sekitar 1 meter.
Kemudian, hindari melakukan kontak langsung.

Itu Saja.
Apa Tujuannya?
Ini yang harus dipahami.

Virus corona ini tidak bisa dilihat.
Tidak ada yang tahu siapa yang terkena dan siapa yang tidak.

Memang ada gejala terkena virus corona.
Akan tetapi, sekarang ini banyak pasien positif COVID-19
yang tidak ada gejalanya sama sekali.

Maka dari itu, tidak ada yang tahu
apakah Anda atau orang yang Anda temui itu terkena virus atau tidak.
Karena itulah diperlukan apa yang disebut dengan social distancing.

Itu jaga-jaga barangkali orang yang Anda temui positif.
Atau jangan-jangan Anda yang penjadi penularnya.

Itulah mengapa social distance itu penting
untuk memutuskan mata rantai penyabaran virus.

Dan ini harus dilakukan setidaknya 14 hari.
Karena pada masa itulah virus yang mungkin ada di tubuh bisa hidup dan akhirnya mati.

Namun, jika muncul gejala,
maka orang tersebut bisa diberi bantuan medis secara langsung.

Itulah cara kerja social distancing.
Lalu, apa yang harus Anda lakukan?

 

Apa Yang Harus Dilakukan?

Apakah Anda hanya perlu menjaga jarak dengan orang lain?
Tidak Hanya Itu Saja.

Social distance itu berarti juga Anda harus menghindari kerumunan.
Untuk sementara itu, jangan berada di acara yang banyak orang berdatangan.
Bahkan, kegiatan ibadah bersama saja sekarang dilarang.

Selain itu, sebaiknya jangan berhubungan dengan orang lain jika tidak perlu.
Jika harus, jaga jarak dan gunakan masker.

Anda bisa menggunakan masker bedah.
Akan lebih baik jika Anda lebih banyak melakukan kegiatan di rumah.
Work from home.

Mungkin ini bisa menjadi momen di mana Anda berpikir
bagaimana agar bisa tetap bertahan hidup meskipun harus berada di dalam rumah.

Anda bisa mulai membangun bisnis online misalnya,
yaitu bisnis yang bisa Anda jalankan dari rumah.

Atau jika Anda karyawan di mana perusahaan mewajibkan Anda bekerja di rumah,
pastikan Anda tetap produktif bekerja.

Yang pasti, social distancing ini tidak akan mungkin berhasil mengatasi penyebaran virus corona
jika tidak dilakukan secara menyeluruh oleh masyarakat.

Untuk itu, kita semua harus mengikuti arahan pemerintah.
Ini merupakan kebijakan yang paling mudah.

Jangan sampai kebijakan ini tidak dipatuhi
hingga akhirnya pemerintah menerapkan kebijakan yang lebih keras lagi,
yaitu lockdown seperti yang sudah diterapkan di beberapa negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *